Ini hanya catatan pribadi penulis. hal apapun disini, penulis tidak bertanggung jawab
1. Tentukan kadar air pupuk dengan timbang 5 gram ke kotak timbang, panaskan di oven vakum 105$^o$ celcius selama 3 jam
2. hitung kadar air yang didapat
3. siapkan larutan supressor jika belum ada dengan cara timbang CaCO$_3$ sebanyak 0,6250 gram kemudian larutkan tambahkan HCl pekat sebanyak 5,25 mL kemudian panaskan dari mendidih selama 2 menit lalu tambahkan 50 mL aquades, larutan siap digunakan
4. preparasi sampel KCl dengan timbang sampel sebanyak 0,5 gr di beaker glass
5. tambahkan 10 mL HCl kemudian di homogenkan
6. tambahkan 50 mL aquades kemudian homogenkan lagi lalu tambahkan 50 mL aquades lagi
7. didihkan selama 5 menit
8. dinginkan kemudian pindahkan ke labu ukur 500 mL
9. tera dengan aquades
10. saring dengan kertas whatman 41
11. ambil filtrat (hasil saringan) 10 mL masukkan ke labu ukur 250 mL
12. Tera dengan aquades
13. Ambil 10 mL dari labu ukur 250 mL ke labu ukur 100 mL
14. Tambahkan 5 mL larutan supressor
15. Tera dengan aquades, sampel siap dibaca di ICP-OES
Cara Hitung $K_2O$ :
Batas tertinggi dari $K_2O$ pada pupuk KCl adalah 60-61%
Jika $K_2O$ nilainya >61% maka analisa kloridanya, jika nilai $K_2O$ ditambah kloridanya harus sekitar 100%
Klorida :
1. Timbang 1 gram sampel
2. Larutkan dengan akuades hangat hingga larut, kemudian tera dengan akuades hingga 250 mL
3. Pipet 25 mL ke Erlenmeyer
4. Kasih indikator Kalium kromat 3 drop
5. Titrasi dengan AgNO3 0,1 N hingga warna kecoklatan

0 Comments